KOBA — Perputaran uang dari gelaran Kobalorasi ke-4 di Kabupaten Bangka Tengah diperkirakan menembus ratusan juta rupiah. Event yang berlangsung pada 18–22 Agustus 2026 ini melibatkan 300 pelaku UMKM dan menarik sekitar 20 ribu pengunjung pada malam puncak acara.
Bupati Bangka Tengah Algafri Rahman menutup langsung rangkaian acara di Alun-Alun Kota Koba. Ia menyebut antusiasme warga yang memadati lokasi pada malam penutupan menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang.
"Alhamdulillah selama lima hari ini kami perkirakan perputaran uang bisa mencapai ratusan juta, ini berkah bagi para pedagang," kata Algafri dalam keterangan yang dikutip Senin, 24 Agustus 2026.
Estimasi 20 Ribu Pengunjung pada Malam Puncak
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menilai keterlibatan ratusan UMKM berdampak positif terhadap roda ekonomi daerah. Ia memperkirakan jumlah pengunjung mencapai 20 ribu orang saat puncak acara.
"Jadi setiap hari selama dibuka perputaran uangnya banyak. Terlebih di malam penutupan ramai sekali masyarakat datang. Ramainya malam penutupan ini berkah baik bagi pedagang dan berkah bagi pertumbuhan ekonomi daerah khususnya Bangka Tengah," ujar Hidayat.
Bukan Sekadar Bazar, Ada Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Mengusung tema "Koba Dari Masa ke Masa", Kobalorasi ke-4 menghadirkan lebih dari sekadar bazar UMKM. Selama lima hari, warga yang datang disuguhi pentas seni dan budaya, jalan sehat, kegiatan membaca dan bercerita bersama, senam massal, hingga pawai dan karnaval.
Panitia juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi pengunjung. Hal ini menjadikan acara tahunan tersebut tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga ruang layanan publik bagi masyarakat Kota Koba.
Kuda Lumping hingga Musisi Nasional Meriahkan Penutupan
Malam penutupan Kobalorasi ke-4 berlangsung meriah dengan penampilan musisi lokal dan nasional. Pertunjukan seni tradisional Kuda Lumping Ngesti Budoyo Turonggo Mudo turut memeriahkan panggung hiburan di Alun-Alun Kota Koba.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bangka Belitung Eko Kurniawan menambahkan bahwa ajang ini memegang peranan penting dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah. Menurutnya, acara ini tidak hanya memperkenalkan sisi kebudayaan, tetapi juga mempopulerkan ragam kuliner khas lokal melalui kehadiran para pelaku UMKM.