PALEMBANG — Kehadiran Erwin di kampus tersebut bukan tanpa alasan. Ia datang mewakili Bupati Banyuasin Askolani untuk mengisi sesi materi sekaligus memotivasi mahasiswa yang baru memulai perkuliahan.
Dalam penyampaiannya, Erwin menyoroti perbedaan mendasar antara kehidupan sekolah dan perkuliahan. Mahasiswa, katanya, dituntut lebih mandiri, mampu mengatur waktu, serta bertanggung jawab atas proses belajar dan kehidupan sehari-hari.
Mengapa Masa Kuliah Disebut Fase Paling Menentukan
Erwin menilai masa perkuliahan sebagai fase penting yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Komitmen kuat menjadi syarat utama agar mahasiswa mampu menyelesaikan studi dengan baik sekaligus menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan menempuh pendidikan sarjana merupakan pengalaman berharga yang tidak dapat diulang begitu saja. Karena itu, orientasi mahasiswa tidak seharusnya berhenti pada pencapaian akademik semata.
"Kehidupan perkuliahan berbeda dengan masa sekolah. Mahasiswa memiliki kebebasan dan tanggung jawab yang lebih besar dalam mengatur kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, masa kuliah yang umumnya berlangsung selama empat hingga lima tahun harus dimanfaatkan secara optimal dan tidak disia-siakan," ujar Erwin.
Percaya Diri dan Disiplin Jadi Bekal Masuk Dunia Kerja
Selain akademik, Erwin mendorong mahasiswa baru membangun karakter dan meningkatkan kepercayaan diri. Dua hal itu dinilainya sama pentingnya dengan nilai mata kuliah.
Menurut Erwin, pendidikan tinggi merupakan salah satu tahapan penting untuk menyiapkan generasi muda menghadapi dinamika dunia kerja. Mahasiswa yang disiplin dan percaya diri dinilai lebih siap bersaing setelah lulus nanti.
Pembekalan di Universitas IBA Palembang menjadi salah satu rangkaian orientasi mahasiswa baru di kampus tersebut. Erwin berharap materi yang disampaikan bisa menjadi pegangan selama menempuh studi.