PANGKALPINANG — Tim visitasi yang dipimpin Ketua KI Babel, Ita Rosita, beserta komisioner Martono, Ahmad Tarmizi, dan Fahriani diterima langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Babel, Flora Anita Diassari. Kehadiran pimpinan tertinggi badan publik dalam sesi uji presentasi dinilai menjadi sinyal kuat komitmen lembaga audit negara itu terhadap transparansi informasi.
Dalam paparannya, Flora Anita Diassari memaparkan sejumlah aspek yang menjadi indikator penilaian, mulai dari kelembagaan, pelayanan informasi, pengelolaan arsip, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses publik. Ia menegaskan bahwa pihaknya menjadikan monev ini sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat.
“Kami menyambut baik kedatangan Komisi Informasi. Keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penyelenggara pemilu. Kami berkomitmen untuk terus memberikan akses informasi yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Flora.
Verifikasi Lapangan Jadi Penentu Nilai Akhir
Ketua KI Babel, Ita Rosita, menegaskan bahwa tahapan visitasi tidak sekadar formalitas administratif. Tim penilai ingin memastikan bahwa jawaban dalam Self Assessment Questionnaire (SAQ) yang diunggah badan publik sejalan dengan praktik nyata di lapangan.
“Kami ingin melihat bagaimana keterbukaan informasi dijalankan secara nyata. Visitasi ini menjadi ruang bagi badan publik untuk menyampaikan apa yang sudah dilakukan, sekaligus menjadi momentum untuk mengidentifikasi hal-hal yang masih dapat diperbaiki dalam pelayanan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Proses penilaian ini menjadi penting karena hasil uji presentasi dan visitasi akan diakumulasikan dengan komponen penilaian lainnya. Angka akhir dari akumulasi tersebut nantinya menentukan peringkat badan publik dalam Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Seluruh Tahapan Uji Instansi Vertikal Tuntas
Dengan selesainya visitasi di BPK Perwakilan Babel, maka seluruh tahapan uji untuk kategori instansi vertikal di lingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah dilaksanakan. Hal ini menandai berakhirnya rangkaian penilaian yang sebelumnya juga melibatkan sejumlah badan publik lainnya.
KI Babel berharap pelaksanaan monev tidak berhenti pada aspek penilaian semata. Lembaga ini mendorong agar setiap badan publik terus membangun budaya keterbukaan informasi, sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh informasi yang transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
BPK Perwakilan Babel sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu instansi vertikal yang aktif memperbarui layanan informasi publiknya. Langkah digitalisasi layanan informasi yang mereka lakukan menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian khusus tim penilai dalam kunjungan tersebut.