Pencarian

Panduan Wisata Hong Kong: Aturan Tak Tertulis, Tarif MTR, dan Tips Dim Sum

Selasa, 20 Oktober 2026 • 15:07:01 WIB
Panduan Wisata Hong Kong: Aturan Tak Tertulis, Tarif MTR, dan Tips Dim Sum
Kartu Octopus menjadi kunci mobilitas di Hong Kong, berlaku untuk transportasi dan lebih dari 30.000 gerai ritel.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Hong Kong menempatkan lebih dari tujuh juta penduduk di atas 9.000 gedung tinggi, sehingga efisiensi menjadi napas kota seluas 430 mil persegi ini. Bagi traveler Indonesia yang menjadikan Hong Kong sebagai singgah dalam itinerari internasional, ada sejumlah aturan tak tertulis soal transportasi, museum, dan budaya makan yang sebaiknya dipahami sebelum berangkat. Kawasan ini terbagi menjadi Hong Kong Island, Kowloon Peninsula, dan New Territories yang mencakup 18 distrik dengan sejarah, arsitektur, dan kuliner berbeda-beda.

Kartu Octopus menjadi kunci utama mobilitas di Hong Kong. Kartu tanpa kontak ini berfungsi seperti Oyster card di London, bisa diunduh gratis lewat aplikasi atau diambil dalam bentuk fisik di loket tiket Airport Express di aula kedatangan bandara maupun di stasiun MTR mana pun. Deposit 50 dolar Hong Kong dikembalikan saat kartu dipulangkan.

Fungsi kartu Octopus jauh melampaui transportasi. Kartu ini berlaku di semua moda angkutan kota, termasuk Peak Tram, trem reguler, dan feri menuju Outlying Islands seperti Lamma dan Cheung Chau. Lebih dari 30.000 gerai ritel menerimanya, mulai minimarket, restoran cepat saji, hingga bioskop dan museum.

Bus Tingkat Dua dan Rute Pemandangan Terbaik

Sistem MTR memang menjangkau sebagian besar Hong Kong Island, Kowloon, dan New Territories. Namun bus tingkat dua serta minibus berukuran mungil yang mengisi celah rute, sering kali dengan pemandangan kota yang justru jadi daya tarik tersendiri.

Rute bus nomor 6 dari Central menuju Pantai Stanley meliuk di sepanjang pesisir selatan Pulau Hong Kong yang berbukit. Pilih kursi di lantai atas sisi kanan untuk mendapatkan pandangan terbaik ke Laut China Selatan. Alternatif lain adalah bus nomor 94 dari Sai Kung Village yang melewati UNESCO Global Geopark hingga Wong Shek Pier.

Dari Wong Shek Pier, traveler bisa naik feri kayu tradisional bernama kaito menuju Shatin, lalu tersambung ke jalur MTR. Kombinasi bus dan kaito ini memberi pengalaman transportasi yang jarang ditemui di kota besar.

Etiket Transportasi Publik yang Wajib Dipatuhi

Penumpang di Hong Kong memegang aturan tak tertulis yang konsisten. Berdiri di sisi kanan eskalator atau jalur pejalan kaki, dahulukan penumpang turun sebelum naik, dan berikan kursi kepada yang membutuhkan.

Makan dan minum dilarang di semua kereta, trem, bus, maupun feri. Larangan inilah yang membuat armada angkutan umum di sana tetap bersih. Menghalangi antrean atau ragu-ragu saat menempelkan kartu Octopus di gerbang pembayaran juga akan mengundang ketidaknyamanan.

Museum Kelas Dunia untuk Hari Hujan

Hong Kong Palace Museum memamerkan ratusan pusaka pinjaman dari Palace Museum Beijing dengan tiket 70 dolar Hong Kong. Di sisi lain, M+ Museum yang berukuran raksasa fokus pada seni kontemporer Asia yang sangat visual, dengan tiket 190 dolar Hong Kong.

Keduanya layak masuk daftar kunjungan, hujan maupun cerah. Puluhan museum kecil juga tersebar di kota, mulai Flagstaff House yang menempati bangunan era kolonial Inggris dan didedikasikan untuk teh, Maritime Museum di dekat Central Star Ferry, hingga The Mills yang merayakan industri tekstil kota. Hampir semuanya gratis dikunjungi setiap hari Rabu.

Waktu Terbaik Menyantap Dim Sum

Dim sum disajikan sejak pagi hingga awal sore dan menjadi bahan bakar utama warga kota. Untuk menghindari kerumunan, datanglah sebelum pukul 12.00 atau setelah pukul 14.00. Tim Ho Wan yang menyandang bintang Michelin dengan harga terjangkau bisa jadi pilihan, begitu pula Luk Yu Teahouse yang berusia 90 tahun.

Di kedai besar, tamu biasanya mendapat meja sendiri. Di kedai kecil, pengunjung duduk berdesakan di bangku panjang bersama orang asing. Teh umumnya sudah tersedia di meja; ketuk meja dengan dua jari bila ingin tambah.

Menu berbentuk formulir pesanan dengan foto kecil setiap hidangan. Tulis jumlah porsi yang diinginkan, lalu angkat formulir agar pelayan mengambilnya. Saat hendak pulang, bawa formulir yang sudah diisi ke kasir untuk membayar.

Sapaan yang Tepat: Kanton, Bukan Mandarin

Warga Hong Kong berbicara Kanton, bukan Mandarin yang dipakai di daratan Tiongkok. Bahasa Kanton yang ekspresif menjadi bagian penting identitas kota. Sapaan "Ni hao" tidak akan membuat orang menegur, tetapi bisa memancing gelengan mata.

Sapaan tradisional di Hong Kong dan Makau adalah "Jo sun" pada pagi hari dan "Nei ho" sepanjang hari. Frasa lain yang berguna adalah "Mmm goi" untuk permisi sekaligus terima kasih. Sebagian besar warga juga berbicara Inggris, salah satu bahasa resmi kota.

Makan di Cooked Food Centers

Pusat jajanan dengan nama resmi Cooked Food Centers menawarkan pengalaman kuliner yang lebih membumi. Tempat ini lahir dari tata kelola pemerintah dan menjadi tempat warga lokal makan sehari-hari. Informasi terkini soal lokasi dan jam operasional dapat dikonfirmasi lewat kanal pariwisata Hong Kong.

Untuk perjalanan akhir pekan, susun rute berdasarkan jalur MTR dan bus agar tidak menghabiskan waktu di jalan. Durasi ideal menjelajah Hong Kong adalah empat hingga lima hari, cukup untuk mencicipi dim sum, menyusuri pesisir selatan dengan bus tingkat, dan menutup hari di museum saat hujan turun.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Bus nomor ber?
pa yang punya rute pemandangan terbaik di Hong Kong? A: Bus nomor 6 dari Central menuju Pantai Stanley melewati pesisir selatan Pulau Hong Kong yang berbukit, dengan kursi terbaik di lantai atas sisi kanan. Alternatif lain adalah bus nomor 94 dari Sai Kung Village yang melewati UNESCO Global Geopark hingga Wong Shek Pier.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cntraveler.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks