KOBA — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bangka Tengah mencatat dari total target aktivasi IKD sebesar delapan persen, realisasi baru menyentuh empat persen. Kepala Disdukcapil Bangka Tengah Noordianto mengakui angka tersebut masih rendah dan membutuhkan percepatan.
Mengapa capaian IKD di Bangka Tengah masih rendah?
Noordianto menjelaskan bahwa sosialisasi dan edukasi menjadi kunci utama. Pihaknya terus mendorong masyarakat agar beralih dari dokumen fisik ke identitas digital. "Kita terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan IKD," kata Noordianto di Koba, Kamis (5/6).
Siapa sasaran utama sosialisasi IKD?
Disdukcapil Bangka Tengah memfokuskan sosialisasi kepada generasi muda. Kelompok ini dinilai lebih akrab dengan teknologi digital sehingga proses validasi data bisa lebih cepat. "Untuk mempercepat validasi, sosialisasi lebih kita fokuskan kepada generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital," ujarnya.
Kendala di perbankan dan solusinya
Salah satu hambatan utama adalah masih banyaknya lembaga perbankan yang meminta data identitas nasabah dalam bentuk fisik. Noordianto mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan bank-bank di Bangka Tengah agar identitas digital bisa diterima sebagai dokumen resmi.
"Biasanya pihak bank selalu membutuhkan data identitas nasabah dalam bentuk fisik, maka kami mencoba berkoordinasi dengan pihak bank untuk bisa menerima data identitas nasabah secara digital," katanya.
Target zero fotokopi di Bangka Tengah
Ke depan, Disdukcapil Bangka Tengah menargetkan penerapan konsep zero fotokopi. Artinya, masyarakat tidak perlu lagi membawa atau menggandakan dokumen kependudukan dalam bentuk cetakan untuk berbagai keperluan administrasi. Noordianto optimistis target ini bisa tercapai seiring gencarnya sosialisasi yang dilakukan.
"Kita optimistis, dengan sosialisasi yang gencar target IKD bisa tercapai sesuai harapan," ujar Nordianto.
Apa manfaat IKD bagi warga Bangka Tengah?
Melalui IKD, masyarakat dapat mengakses dokumen kependudukan secara cepat, tepat, dan aman tanpa harus selalu membawa dokumen fisik. Sistem ini juga memudahkan verifikasi data di berbagai layanan publik, termasuk perbankan dan administrasi kependudukan.
Apa langkah selanjutnya?
Disdukcapil Bangka Tengah akan terus mengintensifkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan dan instansi terkait. Sosialisasi ke sekolah-sekolah dan komunitas muda juga akan diperluas untuk mengejar target delapan persen aktivasi IKD.