KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Dua isu besar mewarnai pemberitaan sepak bola Indonesia pada Senin (22/6). Pertama, pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta Timnas Indonesia merebut gelar juara Piala AFF. Kedua, pengakuan gelandang Manchester City, Tijjani Reijnders, soal pendekatan PSSI kepadanya.
Target Juara dari Presiden Dinilai Beri Tekanan
Media Vietnam menyoroti target ambisius dari Prabowo kepada skuad Garuda. Dalam laporannya, media tetangga itu menyebut target tersebut justru menjadi tekanan tersendiri bagi para pemain.
Pernyataan langsung kepala negara memang menaikkan ekspektasi publik. Apalagi, Piala AFF merupakan ajang yang selalu diincar Indonesia, namun belum pernah diraih sejak turnamen digelar pada 1996.
Tijjani Reijnders: Gelandang City yang Sempat Didekati PSSI
Nama Tijjani Reijnders mencuat dalam bursa naturalisasi pemain. Gelandang Manchester City itu mengaku sempat didekati PSSI untuk membela Timnas Indonesia.
Proses pendekatan itu tidak membuahkan hasil. Reijnders memilih tetap membela Belanda, negara kelahirannya, dan kini menjadi pilar di lini tengah The Citizens. Kabar ini menjadi pukulan bagi upaya PSSI memperkuat sektor gelandang tim nasional.
Nurhidayat Haji Haris: Eks Kapten Timnas U-19 yang Kini Terlupakan
Berita lain yang tak kalah menarik adalah nasib Nurhidayat Haji Haris. Eks kapten Timnas Indonesia U-19 itu kini jarang terdengar kiprahnya di level senior.
Nurhidayat dikenal sering bolak-balik ke klub lamanya. Ia tercatat membela Bhayangkara FC dalam tiga periode berbeda, dan dua kali berseragam PSM Makassar. Sosoknya sempat dicoret Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia karena masalah indisipliner saat membela skuad Garuda Muda.
Di luar tiga isu utama tersebut, pemberitaan juga diramaikan aksi Lionel Messi yang siap memecahkan rekor di Piala Dunia 2026 serta selebrasi sujud syukur Lamine Yamal yang mendapat pujian dari suporter Arab Saudi.