SUNGAILIAT — Rombongan Partai Golkar Kota Pangkalpinang tiba di Blok Anggrek Nomor F5, Kompleks Griya Air Ruay, untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan santunan. Ady Irawan memimpin langsung kunjungan bersama sejumlah pengurus DPD setempat.
Almarhum Suhaimi bin Kosim Nanang meninggal dunia di usia 54 tahun. Keluarga besar partai menyebut kunjungan itu sebagai bentuk solidaritas terhadap kader yang tengah berduka.
Siapa Suhaimi bin Kosim Nanang bagi Golkar Pangkalpinang
Suhaimi tercatat sebagai kader Partai Golkar Kota Pangkalpinang. Kedatangan pengurus ke rumah duka di Sungailiat menjadi penanda bahwa perhatian partai tidak berhenti di level kepengurusan kota.
Ady menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum. Ia juga mendoakan agar Suhaimi mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan.
"Atas nama keluarga besar Partai Golkar Kota Pangkalpinang dan Bangka Belitung, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Suhaimi bin Kosim Nanang," ujar Ady.
Santunan dan Dukungan Moril untuk Keluarga yang Ditinggalkan
Bantuan diserahkan langsung kepada keluarga almarhum di rumah duka. Menurut Ady, santunan itu dimaksudkan untuk sedikit meringankan beban keluarga di masa sulit.
Ia menegaskan kunjungan tersebut bukan sekadar ucapan belasungkawa. Ada kebersamaan dan kepedulian nyata yang ingin ditunjukkan partai kepada kader dan keluarganya.
"Kami hadir untuk memberikan dukungan moril sekaligus menyampaikan santunan sebagai bentuk kepedulian keluarga besar Partai Golkar. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan," tuturnya.
Ikatan Kekeluargaan yang Harus Terus Dijaga
Ady menekankan pentingnya menjaga ikatan kekeluargaan di lingkungan Partai Golkar. Solidaritas saat pengurus atau kader tertimpa musibah menjadi salah satu wujudnya.
Kunjungan ke rumah duka di Sungailiat menjadi contoh bagaimana kepengurusan kota merespons peristiwa yang menimpa kadernya di wilayah Kabupaten Bangka. Partai menyebut langkah serupa akan terus dijalankan sebagai bagian dari budaya organisasi.